Kegiatan dan Interaksi Sebagai Perawatan Demensia dan Alzheimer Sehari-Hari

Kegiatan dan Interaksi Sebagai Perawatan Demensia dan Alzheimer Sehari-Hari

perawatan demensia

Kondisi dan tingkat perawatan demensia (ODD) akan berbeda satu sama lainnya. Perbedaan kebutuhan tidak hanya terkait kemampuan fisik, tetapi juga pada perbedaan kemampuan fungsi kognitif (daya pikir), daya ingat (memori), maupun perilaku yang timbul akibat gangguan fungsi otak yang dihadapi.

Apapun perbedaan dan keunikan yang dimiliki masing-masing orang, satu pedoman yang baku dalam melayani ODD adalah manfaat dari adanya rutinitas, interaksi sosial, dan kegiatan yang optimal setiap harinya untuk memperlambat proses penurunan dan mengupayakan kualitas hidup yang maximal sesuai kondisinya.

Manfaat rutinitas

Melakukan hal-hal secara rutin membantu untuk mengurangi tekanan atau stres pada ODD karena bisa membatasi kebutuhan untuk senantiasa membuat keputusan baru atau menyesuaikan diri dalam situasi baru.

Dengan jadwal yang rutin, dari waktu bangun, mandi, makan pagi dan seterusnya hingga waktu tidur di malam hari, kehidupan ODD bisa lebih terpola. Jika bisa mengikuti pola, maka ODD bisa merasa lebih nyaman dan aman karena bisa memahami apa yang terjadi disekitarnya dengan lebih mudah.

Selain jadwal yang rutin, upaya untuk menstandardkan aneka kegiatan hidup sehari-hari memberi manfaat yang sama. Misalnya, urut-urutan kegiatan dari saat bangun pagi bisa dibakukan, seperti pertama merapikan tempat tidur, kemudian ke kamar mandi, sarapan pagi, menyiram tanaman, dan seterusnya.

Beberapa proses juga bisa dibakukan untuk mengurangi kebingungan, misalnya di mana odol, sikat gigi, dan gelas kumur diletakkan. Selain itu, juga bisa dibakukan urut-urutan dari membuka tabung odol, mengoleskan odol pada sikat gigi, mengisi gelas air kumur, hingga menyikat gigi, membilas sikat gigi dan menyimpan semua perlengkapan kembali.

Meskipun beberapa contoh step di atas tampak seperti hal yang sepele. Namun, bagi ODD tertentu kondisi di mana tidak bisa menemukan sikat giginya atau tidak mengetahui kapan waktunya makan bisa menjadi masalah yang besar dan menimbulkan keresahan.

Manfaat Kegiatan Pewawatan Demensia dan Alzeimer

Tujuan dari melakukan kegiatan yang lebih berbobot atau bermakna bagi perawatan demensia bukan saja untuk mengoptimalkan kemampuan dasarnya (misalnya membaca, berbicara, menyanyi, melukis, dsb.). Tetapi juga bertujuan untuk mengangkat rasa percaya diri dan kebanggaannya dengan bisa melakukan kegiatan yang lebih produktif dan bermakna.

Yang perlu senantiasa diingat adalah bahwa karena kondisinya, ODD hampir tidak pernah yang menginisiasi sebuah kegiatan. Maka, beliau akan selalu perlu dipandu dalam melakukan kegiatan. Hanya saja intensitas pemanduannya disesuaikan dengan kondisi beberapa gejala yang sudah ada, seperti kesulitan fokus dan daya ingat jangka pendeknya (working memory).

Kegiatan yang bermakna bisa dalam bentuk apa saja, kuncinya adalah dalam cara kita memandu perawatan demensia agar bisa melakukannya semaksimal kemampuannya dan memberikan kepuasan yang diharapkan. Berapa contoh kegiatan, antara lain:

  • Seni karya: Melukis, ragam kerajinan tangan, menari, menyanyi, membuat puisi, dsb.
  • Olah raga: Aneka permainan bola (mis. lempar-tangkap, tendang, masukkan basket), senam, dsb.
  • Permainan: Aneka games (mis. kartu, Scrabble, dam. Uno), teka teki, puzzle, dsb.
  • Rumah tangga: Menyapu, melipat pakaian, mencuci piring, memasak, menyiram tanaman, memberi makan ikan, dsb.

Beberapa studi telah membuktikan bahwa menjalankan ragam kegiatan memberikan manfaat dalam mempertahankan kemampuan daya pikir dan kepuasan hidun sehari-hari, dengan manfaat lebih besar daripada obat. Selain itu juga terlihat peningkatan kualitas hidup dan kemampuan untuk berkomunikasi.

Tantangan Dalam Melakukan Kegiatan Pewawatan Demensia dan Alzeimer

Meskipun kegiatan adalah hal yang bermanfaat baginya, dalam hal perawatan demensia terkadang ragu atau menolak untuk melakukan kegiatan. Ini bisa terjadi karena beberapa hal, antara lain:

  • merasa minder bahwa kondisinya telah menurun
  • khawatir bahwa tidak mengetahui caranya
  • takut melakukannya dengan salah/tidak sempurna
  • kesulitan dalam memahami apa yang tengah terjadi
  • memang secara fisik tengah mengantuk atau lelah

Namun kehidupan yang pasif akan mengakibatkan kebosanan, dan kebosanan adalah yang seringkali menjadi sumber dari perilaku negatif yang mungkin timbul pada ODD.

Beberapa tips untuk diperhatikan saat menjalankan kegiatan perawatan demensia:

Waktu kegiatan – Upayakan waktu saat akan melakukan kegiatan dan jenis kegiatannya sesuai dengan ritme tubuh beliau. Misalnya, apakah kegiatannya terlalu energik sedangkan waktu sudah sore dan beliau sudah lelah? Lebih baik melakukan kegiatan yang membutuhkan konsentrasi di pagi hari saat beliau masih segar.

  • Kondisi lingkungan – suasana lingkungan yang mendukung akan membantu ODD untuk menjadi lebih kooperatif. Misalnya, apakah sekitarnya berisik? Upayakan tempat yang tenang dan rapi untuk menunjang kemampuan beliau untuk fokus.
  • Kepribadiannya – Apakah beliau tipe orang yang lebih nyaman dalam konteks perorangan atau senang berkumpul dengan orang banyak? Menyesuaikan konteks kegiatannya dengan kepribadiannya akan mendukung tingkat kesuksesan kegiatannya.
  • Cara menginisiasi kegiatan – Hindari mengajak dalam bentuk pertanyaan, misalnya “Ibu mau main apa?” atau “Ibu mau melukis?”. Melainkan, ucapkan sebagai ajakan, “Mari bu kita coba melukis bunga”. Atau, jika mungkin timbul penolakan karena minder atau merasa tidak bisa, maka bisa ucapkan, “Ibu, saya ingin melukis bunga, bisa minta bantuan ibu untuk mencampurkan catnya?” Dengan demikian, kita bisa mendapatkan partisipasinya secara bertahap sambil membangun percaya dirinya sampai mungkin bersedia ikut melukis.
  • Beri panduan secara bertahap – Instruksi dan panduan sebuah kegiatan perlu diberikan satu demi satu agar beliau dapat mengikuti setiap langkah dengan mudah, sesuai kemampuannya. Tergantung tingkat kesukaran kegiatannya dan kemampuan beliau, setiap kegiatan dapat dibagi dalam lima langkah berikut:
    • Persiapan – di mana perlengkapan kegiatan telah dipersiapkan, misalnya kegiatan adalah menanam bunga dalam pot, maka pot, bibit tanaman, sekop, dan lainnya sudah dipersiapkan dulu.
    • Supervisi – kita memperhatikan kemampuan yang sudah ada pada beliau dalam melakukan kegiatannya. Jika kemandiriannya cukup tinggi, maka kita cukup mensupervisi dan memberi asistensi seperlunya.
    • Ajakan (prompt) – Untuk memberi panduan untuk setiap step selanjutnya dalam kegiatannya. Misalnya, setelah memasukkan bibit ke dalam potnya, apa langkah berikutnya?
    • Panduan verbal – panduan dalam bentuk bahasa, misalnya, “sekarang ibu bisa tambahkan tanah ke dalam potnya sampai penuh.”
    • Asistensi fisik – seringkali ODD memerlukan panduan secara fisik, misalnya dengan kita memperagakan dulu suatu gerakan, atau memegang dan memandu tangannya.
  • Jangan terlalu kaku – Prinsip utama dalam berkegiatan dengan ODD adalah sudut pandang (point of view) bahwa yang kita upayakan adalah apa yang bisa dilakukan, bukan apa yang tidak bisa. Artinya, segala sesuatu perlu di mulai dari kemampuan yang ada pada beliau. Jika kemampuannya hanya melukis sebuah garis atau membuat titik dengan kuas cat, maka terimalah itu sebagai suatu sukses awal. Baru upayakan peningkatan sebisanya sesuai yang bisa dilakukan. Kita sebagai pendampingnya yang harus selalu bersemangat dan tidak putus asa atau menghindari sebuah kegiatan karena merasa tidak dapat dilakukan ODD dengan “baik”. Manfaat yang didapatkan bukan dari hasil kegiatannya, melainkan dari melakukan kegiatan itu sendiri.
  • Senantiasa beri semangat – Terkait dengan poin di atas, setiap kemampuan kegiatan ODD perlu kita apresiasi agar membangun rasa percaya diri dan meningkatkan kesediaan beliau untuk terus berpartisipasi.

Mendampingi ODD dalam berkegiatan merupakan sesuatu yang membutuhkan kesabaran dan ketulusan hati. Kita harus memiliki kepekaan dan perasaan empati yang tinggi agar dapat memastikan bahwa upaya kita untuk mengajaknya berkegiatan bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan dan kepuasan beliau sendiri.

Suasana hidup yang terbaik bagi seorang ODD dan orang di sekitarnya adalah di mana keseharian ODD sudah direncanakan secara proaktif, dengan tingkat interaksi sosial dan kegiatan yang memadai agar senantiasa merasa aman, nyaman, dan produktif.

Dementia Day Program
RUKUN Dementia Support Center, Cipete, Jakarta  |   facebook@dementiasupportcenter
RUKUN Senior Care, Sentul, Bogor   |    facebook@rukunseniorcare
Email: info@rukunseniorliving.com
Info: 0878 7041-8066

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Tentang RUKUN Senior Living

Kami percaya bahwa kebahagiaan dan kenyamanan hidup adalah kunci bagi kualitas hidup seseorang. Maka RUKUN Senior Living menyajikan ragam sarana hunian dan pelayanan bagi warga senior untuk mendukung segala kebutuhan warga senior – baik senior yang memiliki gaya hidup mandiri dan dinamis, hingga yang memerlukan dukungan lebih sehari-hari.

Opsi pelayanan yang beragam tersedia untuk menyesuaikan kebutuhan warga. Bagi warga senior yang tinggal di rumah sendiri atau bersama keluarga, tersedia:

  • RUKUN Senior Club (Klub lansia) bagi warga senior yang mandiri untuk mengikuti kegiatan sepanjang hari. Tersedia di Darmawan Park Sentul dan Vimala Hills, Gadok (Jadwal terbatas).
  • Dementia Day Program kegiatan harian bagi senior dengan demensia adalah rangkaian kegiatan dan interaksi untuk mengoptimalkan kesehariannya. Tersedia di Darmawan Park, Sentul dan Dementia Support Center, Cipete.
  • RUKUN Home Care bagi senior yang membutuhkan pelayanan caregiver profesional di rumah (Layanan di area JaBoDeTaBek).

Bagi yang ingin menetap di kawasan RUKUN Senior Living, Sentul, dapat menikmati konsep Continuing Care Retirement Community (CCRC) dengan rangkaian sarana dan pelayanan yang terpadu sebagai solusi bagi setiap fase hidup warga senior:

  • RUKUN Senior Living Resort dengan sarana yang lengkap dan ragam layanan pendukung termasuk program kegiatan, wellness monitoring, food and beverage, housekeeping dan laundry, dan jasa Assisted Living. Fasilitas yang lengkap pula termasuk Activity Room, Game Room, Art Room, Swimming Pool, Jacuzzi, danau, jogging path, gazebo,
  • RUKUN Senior Care menyajikan sarana dan pelayanan yang lebih intim bagi warga yang memerlukan Dementia Support (Dukungan demensia) dan Nursing Care.  Termasuk program kegiatan, pemantauan 24-jam oleh staff wellness, dan doctor on staff.

www.rukunseniorliving.com
Email: info@rukunseniorliving.com
Phone: 021 8795 1525
facebook@RUKUNSeniorLiving

Kegiatan dan Interaksi Sebagai Perawatan Demensia dan Alzheimer Sehari-Hari