Pedoman Umum Menanggapi Perilaku Orang Dengan Demensia

Perawat yang sedang berinteraksi dengan orang yang demensia

Pedoman Umum Menanggapi Perilaku Orang Dengan Demensia

Kenali Gejala Demensia

Sebelum membahas pedoman dalam menanggapi perilaku orang dengan demensia (ODD), perlu dipahami 10 Gejala Umum Demensia sesuai panduan dari Alzheimer’s Indonesia (ALZI). Panduan ini disediakan untuk membantu masyarakat dalam mengidentifikasi kemungkinan timbulnya demensia
pada anggota keluarga atau warga di sekitarnya. Gejala-gejala ini
umumnya memberi indikasi pada awal timbulnya demensia (fase dini), di
mana berdasarkan statistik dunia, seseorang di dunia mulai mengalami
demensia setiap tiga detik.

Meskipun setiap individu dapat mengekspresikan gejala-gejala ini
dengan keunikannya masing-masing, gejala-gejala ini cukup umum di semua jenis demensia, maka pemahaman ini dapat membantu menjelaskan perilaku orang dengan demensia pada umumnya.

Baca Juga :
Perbedaan demensia dan pikun

1. Gangguan daya ingat

  • Sering lupa akan kejadian yang baru saja terjadi.
  • Sukar mengingat hal dari masa jangka pendek.
  • Menanyakan atau melakukan hal yang sama berulang kali dalam waktu yang singkat.
  • Mampu menceritakan hal-hal dari masa lalu, dan masih dapat menceritakan dengan cukup detail.

2. Sulit fokus

  • Perhatiannya mudah teralihkan, tidak dapat konsentrasi.
  • Sulit melakukan aktivitas dan pekerjaan sehari-hari.
  • Tidak dapat melakukan perhitungan sederhana.
  • Memakan waktu yang lebih lama dari biasanya untuk melakukan sesuatu.

3. Sulit melakukan kegiatan yang familiar

  • Sulit untuk merencanakan atau menyelesaikan tugas sehari-hari karena lupa caranya.
  • Bingung cara mengemudi mobil.
  • Sulit mengatur keuangan karena tidak bisa mengingat cara berhitung.

4. Disorientasi

  • Bingung akan waktu (hari/tanggal/hari penting).
  • Bingung di mana mereka berada, dan bagaimana sampai di sana.
  • Mudah tersasar, tidak tahu cara pulang ke rumah.
  • Pada sebuah momen mengira berada di masa muda, dan tidak mengenali orang dan hal-hal sekitarnya.

5. Kesulitan memahami visuospasial

  • Sulit untuk membaca, mengukur/menentukan jarak, membedakan warna.
  • Tidak mengenali wajah sendiri di cermin.
  • Menabrak cermin atau jendela/pintu kaca.
  • Sukar menuang air ke dalam gelas karena tidak tepat mengarahkan airnya.

6. Gangguan berkomunikasi

  • Kesulitan berbicara atau mencari kata yang tepat.
  • Memakai kata yang salah, atau sering salah paham.
  • Seringkali berhenti di tengah percakapan dan bingung melanjutkannya.
  • Menjadi malu/takut berbicara.

7. Menaruh barang tidak pada tempatnya

  • Lupa di mana meletakkan sesuatu.
  • Menyimpan barang di tempat yang “aneh”, misalnya dompet di lemari es.
  • Menjadi curiga dan menuduh ada yang mencuri atau menyembunyikan barangnya.

8. Salah membuat keputusan

  • Berpakaian yang tidak serasi, mis. Memakai dua kaos kaki yang berbeda.
  • Tidak dapat memperhitungkan pembayaran saat bertransaksi.
  • Tidak dapat merawat diri dengan baik.

9. Menarik diri dari pergaulan

  • Tidak memiliki semangat atau inisiatif untuk melakukan aktivitas atau hobi yang biasa dinikmati.
  • Tidak semangat untuk berkumpul dengan teman-temannya.
  • Memberikan banyak alasan untuk menghindari bertemu dengan orang lain atau untuk melakukan sesuatu kegiatan.

10. Perubahan perilaku dan kepribadian

  • Emosi berubah secara drastis.
  • Menjadi paranoid, serba curiga.
  • Menjadi depresi, takut, atau tergantung yang berlebihan pada anggota keluarga.
  • Mudah kecewa dan putus asa.
  • Pola tidur yang berubah.

Menanggapi Perilaku

Tentunya perilaku yang mungkin timbul dari seorang ODD bisa beragam
sesuai keunikan setiap individu. Penyebab sebuah perilaku juga mungkin
berbeda dari satu kasus ke kasus yang lain. Selain itu, karena ciri
demensia yang progresif, gejala yang pertama-tama timbul cukup ringan
sifatnya, lambat laun menjadi lebih parah. Maka dengan berjalannya waktu
akan ada sebuah gradasi dari intensitas gejala atau perilaku yang Anda
hadapi, dan akan memerlukan penyesuaian dari masa ke masa.

Apapun perilaku, intensitas, dan fase demensia yang dihadapi, ada
beberapa prinsip dasar yang perlu menjadi pegangan bagi Anda dalam
berkomunikasi dan melayani seorang ODD:

Perilaku orang dengan demensia umumnya dilakukan di luar kendali nalarnya.

  • Menyuruh orang dengan demensia untuk tidak melakukan sesuatu adalah
    upaya yang kurang efektif. Mengajak mereka melakukan hal lain akan lebih
    bermanfaat.
  • Secara umum, strategi penanganan perilaku akan terbantu dengan:
    • menemukan akar masalah munculnya sebuah perilaku.
    • mempertimbangkan situasi/keadaan yang berkontribusi terhadap perilaku yang timbul.

Anda harus bisa “masuk ke dunianya” dan melayani dengan sabar.

  • Prinsip empati adalah kunci utama di mana Anda perlu berusaha
    merasakan apa yang tengah dialami ODD pada saat itu. Sadari bahwa
    khususnya di fase demensia dini, orang dengan demensia akan mengalami
    kesulitan untuk memahami/ menerima perubahan dalam dirinya, menjadi
    bingung, atau stres karena merasa keinginannya tidak bisa terpenuhi.
  • Pada poin ini penting Anda kenali juga Metode Validasi di mana Anda
    memvalidasi (mengakui) persepsinya dan perasaannya sehingga interaksi
    Anda menyesuaikan dengan realita yang diekspresikannya. Misalnya,
    seorang ODD berkata sedang menunggu suaminya pulang kantor, padahal
    sebetulnya suaminya sudah almarhum. Maka percakapan dan interaksi Anda
    dengan ODD harus dilakukan seakan-akan realita beliau adalah yang betul,
    yaitu bahwa suaminya masih di kantor. Kunci dari pengaplikasian Metode
    Validasi adalah pada ketulusan Anda saat berinteraksi dengan ODD, di
    mana percakapan yang Anda lakukan menyesuaikan dengan realita yang
    dipersepsikan orang dengan demensia dan bukan sekedar upaya untuk
    membungkamkan ekspresi beliau.

Tingkat emosi dan perilaku Anda akan berdampak pada emosi orang dengan demensia.

  • Membentak, berbicara dengan keras, memarahi, bahkan melakukan
    tindakan fisik pada ODD tidak akan membuatnya lebih kooperatif.
    Sebaliknya, perlakuan yang ramah dan memahami adalah yang diperlukan
    untuk menimbulkan rasa tenang dan kepercayaan dari ODD.

Tindakan perlu dilakukan dengan memprioritaskan kebutuhan orang dengan demensia di atas kebutuhan kita.

  • Meskipun terkadang keinginan atau kebutuhan ODD terjadi dalam
    kondisi yang kurang ideal bagi Anda, menyesuaikan pada kebutuhan ODD
    seringkali menghindari konflik dan menghasilkan situasi yang lebih
    damai. Misalnya, waktu untuk mandi atau makan seringkali perlu mengikuti
    irama suasana hati ODD dan tidak dapat dipaksakan dengan jadwal yang
    baku.

Semua interaksi perlu menjaga martabat orang dengan demensia sebagai seorang dewasa yang patut dihargai.

  • Akibat kegagalan fungsi otak, secara umum kemampuan ODD akan menurun
    sehingga suatu saat akan berperilaku seperti anak kecil. Di saat itu
    perlu diingat bahwa ODD senantiasa harus diperlakukan secara hormat
    layaknya seorang dewasa biasa. Sadarilah bahwa meskipun nalar ODD
    mengalami penurunan, namun perasaan emosionalnya masih berfungsi lama
    setelah daya pikir dan daya ingatnya menurun. Maka rasa emosional
    seperti malu, takut, sedih, kebahagiaan, dan kebanggaan masih dapat
    dirasakan dengan baik.

Ikuti link FREE e-book untuk mendapatkan buku dengan informasi lebih lengkap: DEMENTIA CARE TIPS: Pedoman Praktis dalam Melayani Senior dengan Demensia.

RUKUN Senior Care
Email: info@rukunseniorliving.com
Phone: 021 8795 1525
facebook@RUKUNSeniorCare

Tentang RUKUN Senior Living

Kami percaya bahwa kebahagiaan dan kenyamanan hidup adalah kunci bagi
kualitas hidup seseorang. Maka RUKUN Senior Living menyajikan ragam
sarana hunian dan pelayanan bagi warga senior untuk mendukung segala
kebutuhan warga senior – baik senior yang memiliki gaya hidup mandiri
dan dinamis, hingga yang memerlukan dukungan lebih sehari-hari.

Opsi pelayanan yang beragam tersedia untuk menyesuaikan kebutuhan
warga. Bagi warga senior yang tinggal di rumah sendiri atau bersama
keluarga, tersedia:

  • RUKUN Senior Club
    (Klub lansia) bagi warga senior yang mandiri untuk mengikuti kegiatan
    sepanjang hari.
  • Dementia Day Program
    bagi senior dengan demensia untuk mengikuti rangkaian kegiatan dan
    interaksi untuk mengoptimalkan kesehariannya. Tersedia di Darmawan Park
    Sentul dan Dementia Support Center, Cipete (Coming soon).
  • RUKUN Home Care bagi senior yang membutuhkan pelayanan caregiver profesional di rumah (Layanan di area JaBoDeTaBek).

Bagi yang ingin menetap di kawasan RUKUN Senior Living, Sentul, dapat
menikmati konsep Continuing Care Retirement Community (CCRC)
dengan rangkaian sarana dan pelayanan yang terpadu sebagai solusi bagi
setiap fase hidup warga senior:

  • RUKUN Senior Living Resort
    dengan sarana yang lengkap dan ragam layanan pendukung termasuk program
    kegiatan, wellness monitoring, food and beverage, housekeeping dan
    laundry, dan jasa Assisted Living. Fasilitas yang lengkap pula termasuk
    Activity Room, Game Room, Art Room, Swimming Pool, Jacuzzi, danau,
    jogging path, gazebo,
  • RUKUN Senior Care
    menyajikan sarana dan pelayanan yang lebih intim bagi warga yang
    memerlukan Dementia Support (Dukungan demensia) dan Nursing Care.
    Termasuk program kegiatan, pemantauan 24-jam oleh staff wellness, dan
    doctor on staff.

www.rukunseniorliving.com
Email: info@rukunseniorliving.com
Phone: 021 8795 1525
facebook@RUKUNSeniorLiving

Pedoman Umum Menanggapi Perilaku Orang Dengan Demensia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *