Pentingnya Interaksi Sosial Bagi Warga Dengan Demensia
July 27, 2018
RUKUN Senior Living
Senior Living Indonesia yang Pertama
August 23, 2018

Tips Komunikasi – Warga Dengan Demensia

dementia

Warga dengan demensia akibat kondisi seperti Alzheimer atau penyakit terkait mengalami gangguan otak progresif yang membuat makin sulitnya seseorang untuk mengingat sesuatu, berfikir dengan jernih, berkomunikasi dengan jelas, hingga merawat diri mereka sendiri. Warga dengan demensia juga dapat menyebabkan perubahan status emosional hingga merubah kepribadian dan perilaku penderitanya. Oleh karenanya, seringkali berkomunikasi dengan warga dengan demensia menjadi tantangan sendiri bagi orang-orang di sekitarnya.

Ketidak pahaman terhadap perilaku dan keterbatasan kognitif yang tengah terjadi pada warga dengan demensia dapat menciptakan kekesalan dan stres pada keluarga dan pendampingnya. Agar hubungan antara kita dan warga dengan demensia dapat terjalin lebih baik, simak panduan berikut:

Tujuh Tips Komunikasi – Warga Dengan Demensia

  1. Persiapkan hati yang positif pada saat berinteraksi.

    Sikap dan bahasa tubuh Anda dalam mengkomunikasikan sesuatu akan lebih kuat daripada menggunakan kata-kata. Dengan suasana hati yang positif ketika berbicara dengan warga dengan demensia, Anda dapat berbicara dengan cara yang menyenangkan dan penuh rasa hormat. Gunakan nada suara yang halus, ekspresi wajah yang ramah, hingga sentuhan fisik untuk membantu penyampaian pesan dan tunjukan dengan rasa penuh kasih saying.

  2. Dapat perhatiannya saat berkomunikasi.

    Upayakan fokus perhatian warga dengan demensia, dan lakukan komunikasi di ruangan yang terbatasi dari gangguan dan kebisingan, misalnya dengan mematikan TV, menutup pintu, ataupun pindah ke area yang lebih tenang. Pastikan Anda mendapat perthatiannya sebelum berbicara. Identifikasi diri Anda dengan mengingatkan pada beliau nama Anda dan relasinya, gunakan isyarat nonverbal hingga sentuhan untuk membantu warga demensia agar tetap fokus. Jika beliau dalam posisi duduk, turun ke levelnya dan pertahankan kontak mata dengannya.

  3. Sampaikan pesan dengan jelas.

    Ketika berkomunikasi dengan warga dengan demensia, gunakan kata dan kalimat yang sederhana. Berbicara dengan pelan, jelas dan dengan menggunakan intonasi yang meyakinkan. Tidak perlu meninggikan suara ataupun membuat lebih keras; sebagai gantinya ganti suara Anda menjadi lebih rendah. Gunakan kata-kata yang sama untuk mengulang pesan ataupun pertanyaan Anda jika beliau tidak mengerti pertama kali. Selalu gunakan nama orang dan tempat dengan tidak mengganti kata (mis. dia, itu, mereka, di sana) ataupun dengan singkatan.

  4. Ajukan pertanyaan yang sederhana yang bisa dijawab.

    Ajukan satu pertanyaan pada satu waktu; mendapatkan jawaban ya atau tidak dari mereka sudah cukup baik. Jangan terlalu mengajukan pertanyaan terbuka atau dengan memberi banyak pilihan.

  5. Dengarkan warga dementia dengan telinga, mata dan hati.

    Bersabar dalam menunggu jawaban dari warga dengan demensia. Jika dia berusaha mencari jawaban sendiri, tidak masalah untuk membantu mencari kata yang tepat. Selalu perhatikan isyarat non verbal dan bahasa tubuh serta tanggapi dengan tepat.

  6. Ketika keadaan menjadi lebih sulit, coba untuk mengalihkan perhatian mereka.

    Penting diingat bahwa menjalin hubungan dengan warga demensia perlu dilakukan pada tingkat perasaan. Sebelum Anda mengalihkan perhatian, mungkin Anda dapat berkata, “Bapak kelihatannya sedang sedih – ayo kita cari hiburan yang menyenangkan”.

  7. Tanggapi warga demensia dengan penuh kasih sayang dan kepastian.

    Warga demensia sering merasa kebingungan, cemas dan tidak yakin pada diri sendiri. Lebih jauh, mereka sering mendapatkan kenyataan yang membingungkan dan mungkin mengingat hal-hal yang tidak pernah terjadi. Hindari mencoba meyakinkan mereka bahwa mereka salah. Tetap fokus pada perasaan yang mereka tunjukan dan ekspresikan dengan sikap yang positif. Pertahankan selera humor Anda dan gunakan humor kapanpun memungkinkan. Warga dengan demensia cenderung masih mempertahankan kemampuan sosial mereka dan biasanya masih senang tertawa dan bersenda gurau bersama.

Dengan memahami beberapa tips berkomunikasi dengan warga demensia, kita semua dapat berinteraksi dengan lebih baik dan lebih banyak. Staff di RUKUN Senior Care yang setiap harinya melayani warga demensia senantiasa mempraktekkan prinsip komunikasi ini untuk mengoptimalkan interaksi dengan warga. Berbagai studi telah membuktikan pentingnya interaksi sosial bagi warga dengan demensia, dari peningkatan suasana hati yang lebih positif, keceriaan, dan pengurangan perilaku kemarahan. Dengan demikian kita semua dapat meberikan layanan terbaik bagi warga dengan demensia.

 

RUKUN Senior Care
Email: info@rukunseniorliving.com
Phone: 021 8795 1525

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *