Olahraga dan Demensia
Olahraga rutin dapat menurunkan risiko Alzheimer hingga 50%. Berikut jenis-jenis olahraga yang terbukti membantu menjaga kesehatan otak pada lansia.
Dua lansia beristirahat setelah berolahraga bersama
Olahraga dan Demensia
Menurut Yayasan Penelitian & Pencegahan Alzheimer (Alzheimer's Research & Prevention Foundation, Amerika Serikat), terdapat enam hal yang perlu dilakukan untuk mengurangi risiko terkena Alzheimer atau demensia lainnya:
- Olahraga yang rutin
- Interaksi sosial
- Makan yang sehat
- Stimulasi mental
- Tidur yang memadai
- Manajemen stres
Olahraga fisik secara teratur dapat mengurangi risiko terkena penyakit Alzheimer hingga 50 persen. Terlebih lagi, olahraga juga dapat memperlambat penurunan lebih lanjut pada mereka yang sudah mulai mengalami masalah kognitif. Olahraga melindungi terhadap Alzheimer dan jenis demensia lainnya dengan merangsang kemampuan otak untuk mempertahankan koneksi lama serta membentuk koneksi baru.
Tidak ada tipe atau jenis olahraga spesifik yang disarankan, hanya rekomendasi untuk menargetkan minimal 150 menit olahraga intensitas sedang per minggu. Rencana yang ideal melibatkan kombinasi latihan kardio dan latihan kekuatan. Kegiatan yang baik untuk pemula termasuk berjalan kaki dan berenang.
Membangun otot juga membantu memompa fungsi otak. Latihan beban dan resistensi dengan intensitas moderat tidak hanya meningkatkan massa otot, tetapi juga membantu menjaga kesehatan otak. Bagi mereka yang berusia di atas 65 tahun, menambahkan 2–3 sesi latihan kekuatan pada rutinitas mingguan dapat membantu mengurangi risiko Alzheimer hingga dua kali lipat.
Sertakan pula latihan keseimbangan dan koordinasi. Cedera kepala akibat jatuh merupakan risiko yang meningkat seiring bertambahnya usia, yang turut meningkatkan risiko penyakit Alzheimer dan demensia. Latihan keseimbangan dan koordinasi dapat membantu tubuh tetap gesit dan mengurangi risiko jatuh. Cobalah yoga, Tai Chi, atau jenis olahraga lain yang melatih keseimbangan.
Olahraga fisik secara teratur dapat mengurangi risiko terkena penyakit Alzheimer hingga 50 persen, serta memperlambat penurunan lebih lanjut pada mereka yang sudah mulai mengalami masalah kognitif.
Rekomendasinya adalah menargetkan minimal 150 menit olahraga intensitas sedang per minggu, idealnya berupa kombinasi latihan kardio dan latihan kekuatan.
Kegiatan yang baik untuk pemula termasuk berjalan kaki dan berenang.
Ya. Bagi yang berusia di atas 65 tahun, menambahkan 2–3 sesi latihan kekuatan pada rutinitas mingguan dapat membantu mengurangi risiko Alzheimer hingga dua kali lipat.
Cedera kepala akibat jatuh meningkat seiring bertambahnya usia dan turut meningkatkan risiko Alzheimer dan demensia, sehingga latihan keseimbangan dan koordinasi seperti yoga atau Tai Chi dapat membantu mengurangi risiko jatuh.